Pentingnya Neraca Keuangan Untuk Mengetahui Kondisi Kesehatan Sebuah Usaha

Kita semua tahu bahwa pencatatan akuntansi yang baik dapat mempermudah kita dalam membuat laporan keungan usaha. Dimana laporan keuangan usaha ini sangatlah penting baik bagi pengusaha, investor atau calon investor, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Neraca keuangan dalam laporan keuangan adalah gambaran dari kondisi keuangan sebuah usaha atau perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Dari informasi inilah kita bisa melihat sehat tidaknya kondisi perusahaan kita, ibarat tubuh laporan keuangan memberikan informasi vital seperti suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah dan lain sebagainya.

Banyak pengusaha yang memang tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi namun ini juga bukan berarti pengusaha yang berlatar belakang pendidikan akuntansi mau untuk menerapkan sistem akuntansi yang baik. Banyak pengusaha yang cukup puas dengan arus kas yang mereka dapat setiap harinya. Seperti pedangan kecil atau kaki lima yang sering kita temui, hanyak membagi pendapatannya untuk belanja usaha sekian, untuk belanja pribadi sekian tanpa mengetahui secara detail proporsi aset, hutang dan modal dalam usahanya.

Tentunya tanpa pengelolaan keuangan usaha yang baik apalagi bagi pengusaha yang mendapatkan modal dari investor dengan sistem bagi hasil makan akan susah untuk menelusuri proporsi penambahan modal dari laba ditahan dan berapa yang dibagikan.

Ada hubungan yang riil antara aset, hutang, dan modal suatu perusahaan itu. Aset yang ada dalam sebuah perusahaan bisa berasal dari hutang atau modal pemilik beserta para investor. Dan posisi masing-masing dalam sistem akuntansi harus jelas.

Sebagai gambaran sederhana adalah sebuah perusahaan ABC memiliki aset yang total nilainya adalah 100 juta, 50 juta dalam bentuk kendaraan dan 50 juta dalam bentuk uang tunai. Modal yang dikumpulkan hanya 75 juta. Lalu dari manakah yang 25 juta tadi? Yang 25 juta berasal dari berhutang sehingga persamaan akuntansi sistem pembukuan berpasangan adalah sebagai berikut.

Aset= hutang + modal

Aset secara umum dapat diartikan segala sesuatu yang merupakan harta perusahaan. Aset dibagi menjadi dua yaitu aset lancar dan aset tetap. Dalam prinsip akuntansi aset lancar merupakan aset yang dapat habis dalam masa satu tahun. Contoh aset lancar adalah Sedangkan aset tetap adalah aset yang tidak habis pakai. Contoh aset lancar adalah kas, piutang, barang persediaan, dan bahan/barang habis pakai. Sedangkan contoh aset tetap adalah barang yang tidak habis pakai seperti peralatan, kendaraan, tanah dan bangunan. Dalam prinsip akuntansi yang berlaku umum, aset tetap ini harus didepresiasikan karena dianggap nilainya berkurang saat digunakan.

Hutang terdiri dari hutang lancar dan hutang jangka panjang. Hutang lancar atau jangka pendek merupakan hutang yang harus dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun. Sedangkan hutang jangka panjang merupakan hutang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun. Dengan melihat besaran jenis hutang ini dan dibandingkan dengan kas serta piutang yang ada dalam sebuah laporan keuangan usaha maka bisa diperkirakan kemampuan keuangan usaha tersebut dalam rangka melunasi hutangnya di masa depan.

Modal merupakan dana yang disetor baik pemiliki perusahaan yang penggunaannya ditetapakan untuk menjalankan sebuah usaha. Modal ini juga dapat berbentuk dari setoran dana dari investor atas usaha yang menjalankan sistem bagi hasil atau mudharobah. Modal ini biasanya dibagi berdasarkan pemilik misal Modal A, Modal B, Modal C. Modal pada umumnya digunakan untuk menetapkan proporsi bagi hasil.

Jika sebuah usaha dalam kurun waktu tertentu menghasilkan profit, maka akan masuk ke dalam saldo laba ditahan yang nantinya akan menambah jumlah nominal modal A, modal B, dan modal C secara proporsional.

Neraca merupakan laporan keuangan yang penting dan utama untuk melihat struktru keuangan sebuah usaha. Neraca adalah bangunan yang harus diketahui seorang pengusaha untuk membuat keputusan apakah usahanya sudah perlu dibesarkan atau malah ditutup agar tidak terjadi kerugian lebih lanjut.

Untuk membantu melakukan pencatatan akuntansi untuk usaha, Anda dapat menggunakan software akuntansi Hartaku sehingga pembuatan neraca keuangan usaha akan lebih praktis dan mudah.