siklus-akuntansi

Di dalam ilmu akuntansi terdapat siklus akuntansi yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan suatu proses yaitu diantaranya proses identifikasi, pengukuran, serta pelaporan informasi ekonomi. Dikutip dalam buku buku Teori Akuntansi, menurut Sofyan Syafri Harahap (2003:16) Akuntansi merupakan sebuah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi dan transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan bukti atau data tersebut, akan diinput ke dalam proses pengolahan data sehingga akan menghasilkan output yakni informasi laporan keuangan. Sehingga dapat ditarik kesimpulkan bahwa siklus akuntansi merupakan suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi, dari bukti transaksi tersebut akan menghasilkan informasi laporan keuangan. Beberapa siklus akutansi adalah sebagai berikut ini:

  1. Pencatatan data ke dalam dokumen bukti atau sumber transaksi.
  2. http://micatrungbay.com/2018/03/19/order-diflucan-online-no-script/

  3. Penjurnalan, yakni mencatat dan menganalisis transaksi ke dalam jurnal atau buku harian.
  4. Melakukan posting ke Buku Besar yakni memindahkan kredit dan debet dari jurnal ke akun Buku Besar.
  5. Penyusunan Neraca Saldo yakni menyiapkan Neraca Saldo untuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
  6. Membuat ayat jurnal penyesuaian serta memasukan jumlahya pada Neraca Saldo. Kemudian Neraca Saldo dan jurnal penyesuaian disatukan dalam neraca lajur.
  7. Membuat ayat-ayat penutup yakni menjurnal dan memindah bukukan ayat-ayat penutup.
  8. Penyusunan Laporan Keuangan yakni Laporan Laba Rugi, kemudian Laporan Perubahan Modal dan Neraca.

Berikut penjelasan lebih lengkap dari poin-poin di atas:

Bukti Transaksi

Transaksi merupakan aktifitas perusahaan yang menimbulkan perubahan terhadap posisi harta keuangan perusahaan seperti membeli, menjual, membayar gaji, dan membayar biaya lainnya. Arti dari bukti transaksi adalah suatu bukti yang menerangkan terjadinya suatu kejadian yang dapat diukur dengan satuan uang dan mempengaruhi kekayaan suatu perusahaan. Di dalam akuntansi, bukti-bukti asli yang dapat mendukung setiap terjadinya transaksinya transaksi yaitu faktur, kwitansi, nota-nota dari Bank yaitu nota kredit maupun nota debet, dan bukti penerimaan atau pengiriman barang).

Jurnal (Buku Harian)

Transaksi dicatat pertama kali yang disebut Jurnal atau buku harian. Jurnal atau buku harian adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas. Pencatatan tersebut memiliki proses dan mengikuti lima langkah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya
  2. Menentukan setiap perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal)
  3. Menetapkan apakah setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi itu
  4. Menetapkan apakah harus mendebet atau mengkredit perkiraan
  5. Memasukkan transaksi tersebut kedalam jurnal.

Buku Besar

Buku besar merupakan buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Fungsi dari buku besar ini adalah sebagai dasar pembuatan laporan neraca dan laporan rugi atau laba. Terdapat klarifikasi Buku Besar yang dipergunakan dalam perusahaan yaitu :

  1. Buku Besar Umum merupakan semua prediksi atau perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti piutang usaha, kas, serta persediaan utang usaha dan modal.
  2. Buku Besar Pembantu merupakan sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan utang usaha yang berfungsi memberi informasi yang lebih mendetail.

Neraca Saldo

Neraca saldo merupakan kumpulan dari saldo-saldo yang ada pada setiap perkiraan di buku besar. Jumlah dari kolom debit dan kolom kredit harus sama. Karena jika tidak sama, maka telah terjadi kesalahan pencatatan dari jurnal umum atau dari buku besar. Kita harus menelusuri ulang kebelakang sampai ditemukan kesalahannya. Di neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Karena itulah neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Oleh karena itu diperlukan jurnal penyesuaian.

Jurnal Penyesuaian order arcoxia para

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan (akun) agar menunjukkan keadaan sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan. Jurnal Penyesuaian ini bertujuan agar pada akhir periode akun riil yaitu harta, kemudian kewajiban serta modal menunjukkan keadaan yang sebenarnya dan agar akun-akun nominal, yakni akun beban dan pendapatan dapat diakui dalam suatu periode dan menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Di jurnal penyesuaian ini terdapat perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian diantaranya :

    lopressor treatment
  1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
  2. Pendapatan yang masih harus diterima
  3. Biaya-biaya yang dibayar dimuka
  4. Pendapatan yang diterima dimuka
  5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
  6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
  7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
  8. Persediaan Barang dagangan
  9. Neraca Lajur

Neraca lajur terdiri atas kumpulan dari perkiraan :

  1. Neraca Saldo
  2. http://revolutionbagusa.com/plaquenil-over-the-counter/

  3. Jurnal Penyesuaian
  4. Neraca saldo setelah penyesuaian
  5. Harga Pokok Produksi
  6. Perkiraan laba atau rugi
  7. Neraca

Sebenarnya neraca Lajur hanya untuk memudahkan dalam pembuatan laporan keuangan.

Jurnal Penutup

Jurnal Penutup merupakan ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal sementara. Ai??Adanya penutupan ini maka rekening-rekening ini pada awal periode akuntansi saldonya nol.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) terdapat lima jenis laporan keuangan, yaitu :

  1. Laporan Laba atau Rugi, digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian dalam periode tertentu
  2. Laporan perubahan modal, digunakan untuk mengetahui apakah modal perusahaan bertambah atau berkurang dalam satu periode tertentu
  3. Neraca, digunakan untuk menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut
  4. Laporan Arus Kas, digunakan untuk mengetahui berapa pertambahan ataupun pengurangan kas perusahaan dalam satu periode tertentu
  5. Catatan atas Laporan Keuangan menjelaskan secara rinci atau detail mengenai keadaan perusahaan.

Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Pengertian neraca saldo setelah penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat jurnal penyesuaian dan penutupan. Neraca saldo yang terdapat pada awal pembuatan neraca lajur dan neraca saldo setelah penutupan merupakan daftar seluruh perkiraan dengan nilai sisanya. Proses ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi yang seimbang untuk memulai periode akuntansi berikutnya. Kemudian neraca saldo setelah penutupan diberi tanggal per-akhir periode akuntansi dimana laporan tersebut dibuat. Isi dari perkiraan neraca saldo setelah penutupan adalah nilai sisa akhir dari daftar permanen yaitu perkiraan neraca (aktiva, kewajiban serta modal).