Setiap manajer perusahaan secara tidak langsung mengetahui bahwa perusahaan yg ia jalankan mengalami kerugian atau pun keuntungan, hal itu wajar karena setiap transaksi jual beli produk/jasa dan biaya-biaya yg biasa keluar telah mereka perhitungkan secara prediksi. Pertanyaan nya adalah jika manajemen mengetahui bahwa perusahaannya telah untung, dapatkah manajemen menjabarkan keuntungannya secara detail dan akurat? Dari masalah seperti ini lah ilmu akuntansi muncul, untuk memudahkan manajer, melihat kondisi keuangan perusahaannya secara lebih detail dan akurat dan membantu manajer untuk mengambil keputusan bisnis secara tepat.

Selama manusia membutuhkan makanan maka beras(makanan pokok)tidak akan pernah tidak laku dipasaran. Begitu pula dengan akuntansi, selama masih ada perusahaan, maka ilmu akuntansi, dibutuhkan. Fungsi utama dari ilmu akuntansi adalah sebagai ilmu pengolah data-data transaksi yg menghasilkan informasi keadaan keuangan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Manajemen sebagai pengambil kebijakan perusahaan sangat membutuhkan sekali informasi keuangan yg sangat akurat. Pepatah tsunzu mengatakan kenali dirimu, kenali musuhmu sebelum berperang. Bagian manajemen sebelum mengambil keputusan haruslah mengetahui keadaan internal perusahaan, baik secara keuangan, SDM, posisi bisnis dan lainnya. Tanpa ilmu akuntansi, manajemen bisa salah mengambil keputusan. Sangat ber bahaya sekali juka sebuah perusahaan tidak memiliki seseorang yg ahli dibidang akuntansi.