Dalam ilmu akuntansi setiap transaksi keuangan dicatat dalam bentuk jurnal di posting kedalam buku besar   sebelum melakukan penjurnalan dan buku besar. alangkah baiknya kita pahami dulu teori double entry dan persamaan akuntansi.

 Double Entry

Ditemukan oleh luca pacioli,di venesia. Mengharuskan setiap jurnal memiliki 2 entry. Yaitu debit atau sisi kiri dan kredit atau sisi kanan.

Asset = Liabilitas + (Modal+(pendapatan-biaya))

Dalam setiap penjurnalan tidak boleh terlepas dari persamaan ini. Jurnal yang dicatat harus bernilai sama pada sisi kanan dan pada sisi kiri, agar terjadi keseimbangan. Dalam posting, persamaan akuntansi ini menjadi acuan urutan dalam penyusunan neraca.

Setelah kita gabungkan kedua teori ini maka kita dapat menyimpulkan secara matematis, bahwa nilai positif dari asset dan biaya itu berada di debit atau sisi kiri, yang lainnya bernilai positif di sisi kredit atau kanan.

Berikut contoh beberapa jurnal yang biasa terjadi.

Jurnal 1

Debit                     KAS                                        100.000

Kredit                    Pendapatan                            100.000

 

Jurnal 2

Debit                    Motor                                   10.000.000

Kredit                   Discount                                 9.000.000

Kredit                   KAS                                        1.000.000

 

Dapat kita simpulkan bahwa:

  1. Kas bertambah di debit, berkurang di kredit.
  2. pendapatan bertambah di kredit (bukan di debit).
  3. sekalipun dalam satu jurnal terdapat beberapa akun disebelah kredit, tetapi jika ditotalkankan, nilai akun-akun yang ada di kredit akan setara dengan total nilai-nilai akun yang ada di debit.

Setelah seluruh jurnal tercatat, maka dilakukan posting. Yaitu dengan menggolongkan akun-akun yang tercatat disetiap transaksi, sehingga terlihat saldo akhir akun, yang nantinya di jadikan bahan untuk menyusun Laporan keuangan.

Berikut beberapa contoh dari bentuk-bentuk buku besar.

  • T Shape / Bentuk T

  • 3 Kolom – KAS

  • 4 Kolom – KAS