5 Aspek Dari Pentingnya Memimpin Dengan Bertanya

Pernah mendengar kata-kata, Tidak ada pertanyaan yang bodoh, yang ada hanyalah jawaban yang bodoh? Kita semua pernah mendengar pertanyaan yang bernada kurang percaya diri yang diawali seperti ini, Ini mungkin pertanyaan yang bodoh, tetapi… yang sesungguhnya bisa digunakan secara efektif oleh orang-orang cerdas yang tidak kenal takut apalagi malu untuk menantang kokohnya argumentasi seorang pembicara atau pakar misalnya.

Sebagian besar orang dalam dunia bisnis nampaknya mengharapkan pemimpin mereka untuk hanya memberikan perintah di kantor. Menurut Gary B. Cohen, saat seorang pemimpin bergerak maju, mereka cenderung untuk menanyakan lebih sedikit pertanyaan dan memberikan lebih banyak jawaban. Namun tahukah Anda bahwa itu merupakan pendekatan yang kurang tepat?

Entrepreneur dan eksekutif dalam perusahaan harus tetap menjaga kendali atas wilayah mereka. Mereka harus menanyakan pertanyaan yang tepat dalam konteks yang tepat agar selalu bisa terdepan dalam persaingan dan untuk memberdayakan para pekerja dalam menemukan solusi, merangkul tanggung jawab dan menjadi bertanggung jawab atas semua langkah yang diambil.

Cohen lebih lanjut menjelaskan pandangan-pandangan spesifik yang harus ada dalm situasi tertentu sementara dalam waku bersamaan juga menjelaskan bagaimana menciptakan sebuah budaya kepemimpinan yang didasarkan pada pertanyaan.

Berikut adalah 5 aspek penting yang harus diperhatikan oleh entrepreneur:

Meningkatkan visi: Visi yang baik membutuhkan pandangan dari segala tingkatan/ jenjang perusahaan. Pertanyaan yang mengarah ke depan bisa menerangi prinsip-prinsip dari pemimpin dan timnya. Pada gilirannya hal ini akan memungkinkan para pegawai melakukan buy-in dan pilihan yang tepat sehubungan dengan interaksi dengan pelanggan dan tujuan di masa depan.

Memastikan akuntabilitas: Memiliki rekan kerja yang mampu memecahkan masalah mereka sendiri merupakan aspek penting dalam membangun akuntabilitas mereka dan menambah performa tim secara keseluruhan. Saat detil pekerjaan sudah dimengerti dengan jelas dan orang terdorong untuk berbuat jujur dan bertanggung jawab, akan lebih mudah untuk menemukan siapa yang membuat kesalahan dan siapa yang harus disalahkan, Kegagalan harus digunakan sebagai peluang untuk belajar, bukan alasan untuk menghukum.

Membangun persatuan dan kerjasama: Penting untuk mendengar dan memperhatikan pertanyaan serta opini para rekan kerja karena mereka semua bagian dari tim Anda. Ini akan menciptakan sebuah budaya saling percaya. Hal itu membutuhkan pertanyaan yang sopan dan adil bukan menggurui atau menghakimi. Membuat semua orang ikut serta di dalamnya tidak selalu mudah tetapi saat para pekerja menyadari bahwa ide mereka memiliki nilai dan perusahaan ini menerima mereka, mereka akan lebih terbuka untuk berbagi.

Membuat keputusan yang lebih baik: Sebagian besar pemimpin membuat terlalu banyak keputusan dan mereka terjebak untuk melakukan pekerjaan orang lain. Keputusan terbaik ialah yang dibuat oleh mereka yang berada di lapangan bukan di jajaran atas perusahaan. Dapatkan jawaban yang tepat dengan menanyakan pertanyaan yang tepat. Untuk menghindari saling menyalahkan, penting untuk tahu siapa yang bertanggung jawab atas permasalahan tertentu.

Memotivasi untuk bertindak: Karena saya mengatakan demikian bukanlah sebuah kalimat yang akan menginspirasi tim Anda. Mintalah keberhasilan. Ciptakan sebuah atmosfer keterdesakan, permohonan terhadap keinginan orang untuk diingat atas prestasi mereka dan memberikan rekan kerja energi dengan menggunakan tanggapan yang dibagikan seperti bertanya kepada sebuah kelompok untuk mengatakan, Sepakat setelah konsensus tercapai.

Jika Anda memerintah rekan kerja Anda untuk bekerja, pada dasarnya Anda membatasi pilihan mereka dan menghambat inisiatif mereka dalam bekerja, kata Cohen. Anda tidak memimpin. Tanyakan pertanyaan bukan hanya tentang mengetahui jawaban, pertanyaan ini mendorong kemunculan ide-ide segar, tindakan yang berkomitmen, dan penciptaaan tingkatan baru pemimpin.