catatan-keuangan-usaha

Jika Anda pergi ke toko buku untuk mencari ilmu tentang pengelolaan keuangan usaha, maka Anda akan temukan banyak sekali teori yang ada. Tapi setidaknya ada 4 prinsip penting mengelola keuangan saat sedang merintis usaha;

• PRINSIP UTAMA : PISAHKAN KEUANGAN PRIBADI DENGAN USAHA, gunakan dompet yang berbeda atau rekening bank yang berbeda. Jangan memakai uang usaha untuk kebutuhan pribadi, dan jika di tengah jalan memerlukan tambahan modal dari dana pribadi maka dianggap sebagai pinjaman yang harus dikembalikan. Ya… Anda pasti sudah sangat sering membaca tentang hal ini, tapi realitanya banyak pengusaha yang sedang merintis usahanya merasa tidak mudah untuk menerapkan ini.

• LALU TIMBUL PERTANYAAN: TERUS SAYA DAPAT APA? Tentu saja, bayarlah diri anda jika usaha sudah mulai menguntungkan. Membayar diri sendiri secara periodik (per bulan/per 3 bulan) bisa dengan gaji bernominal tetap atau dalam persentase keuntungan bersih

• PEMBUKUAN KEUANGAN ADALAH SEBUAH KEHARUSAN, jika baru memulai gunakan tool yang sederhana di komputer misalnya MS Excel atau software sejenisnya. Buat ringkasan laporan keuangan tiap bulan yang ditujukan kepada diri sendiri dan pemilik modal. Isinya semisal pemasukan, pengeluaran, pembelian, penjualan, gross profit, net profit, dan lain-lain. Jika Anda memiliki smartphone Android gunakan tools seperti Hartaku untuk mempermudah pencatatan traksaksi usaha Anda dengan lebih praktis.

• Jika baru memulai usaha, hitung kebutuhan dana awal lalu buat proyeksi arus kas (pengeluaran dan pemasukan) untuk memastikan modal yang dimiliki cukup untuk menjalankan usaha setahun ke depan bahkan bisa memperkirakan berapa lama modal bisa kembali. Ada banyak contoh perhitungan yang bisa dipakai, Anda bisa mencarinya di toko buku atau internet.