3 Formula yang Wajib Diketahu untuk Mengukur Bisnis yang Baru Anda Rintis

Alangkah baiknya saat kita membuat sebuah keputusan untuk bisnis, kita sebaiknya membuatnya dengan didukung data yang ada. Namun apabila Anda baru merintis sebuah usaha data seperti apakah yang sebaiknya Anda cari?

Adalah hal yang wajar bila usaha yang baru Anda rintis tidak begitu memiliki catatan data bisnis. Contohnya ketika Anda baru menjalankan usaha selama enam bulan saja maka tidak mungkin kita akan mencari data perbandingan penjualan bisnis Anda di tahun ini dengan tahun lalu. Namun ketiadaan data seperti yang dicontohkan tadi bukan berarti membuat Anda kemudian berdiam saja dan menunggu setahun untuk agar bisa memantau dan evaluasi bisnis yang baru Anda rintis tersebut.

Lalu informasi apa saja yang perlu kita cari dari sebuah bisnis yang baru dirintis?

Bagi Anda yang sedang merintis bisnis dan juga ingin mencari investor untuk mengembangkan bisnis Anda, setidaknya ada 3 perhitungan yang dapat memberi Anda gambaran posisi dari bisnis yang sekarang Anda lakukan dan membantu Anda untuk membuat perkiraan perkembangan bisnis Anda dalam jangka pendek. Bagi usaha kecil dan menengah atau UKM, ketiga perhitungan ini bisa jadi informasi yang bagus sebagai bahan membuat sebuah keputusan.

1. Tingkat konversi penjualan.

Data mengenai tingkat konversi penjualan biasanya bisa kita dapatkan setelah beberapa bulan menjalankan usaha. Dimana data tingkat konversi ini diambil dari jumlah orang yang berkunjung ke toko atau jumlah prospect dibandingkan dengan jumlah keberhasilan terjadinya penjualan atau transaksi. Data ini umumnya berubah dari waktu ke waktu dan dari data ini Anda dapat menggunakannya untuk menentukan target promosi dan penjualan. Jika Anda melakukan promosi dengan benar maka tingkat konversi penjualan akan meningkat yang artinya promosi yang Anda lakukan efektif menghasilkan lebih banyak penjualan.

2. Tingkat penjualan per karyawan

Untuk melakukan perhitungan tingkat penjualan per karyawan merupakan hal yang relatif cukup mudah, dan baik dilakukan untuk usaha kecil maupun usaha yang sudah besar. Anda cukup menjumlahkan total penjual dan membaginya dengan jumlah karyawan yang Anda pekerjakan. Angka ini penting untuk Anda pantau karena bisnis yang relatif baru pada umumnya akan meningkatkan jumlah karyawannya saat ingin melakukan pengembangan usaha. Contohnya jika Anda buka warung makan dan ingin membuka warung baru atau Anda punya usaha jasa percetakan makan untuk meningkatkan omset Anda perlu menambah karyawan agar usaha Anda memiliki kapasitas yang lebih besar. Pengukuran tingkat penjualan per karyawan ini dapat memberikan Anda informasi perbandingan efisiensi usaha Anda dari waktu ke waktu yang merupakan hal penting bagi bisnis baru yang sedang bertumbuh.

3. Customer payback period

Untuk mengetahui customer payback period terlebih dahulu Anda pelu mengetahui customer acquisition cost, biaya yang bisnis Anda keluarkan untuk mendapatkan seorang pembeli atau pelanggan. Untuk di awal-awal memulai usaha mungkin Anda boleh menebak-nebaknya dengan prediksi Anda, namun seiring dengan waktu berjalan Anda akan menemukan data customer acquisition cost bisnis Anda yang lebih akurat. Semakin pandai Anda menurunkan customer acquisiton cost ini berarti bisnis Anda semakin menguntungkan.

Setelah data customer acquisition cost yang cuku valid Anda dapatkan, Anda bisa menggunakannya untuk menghitung customer payback period. Sebuah ukuran untuk mengetahui berapa waktu atau periode yang Anda perlukan untuk menutup biaya mendapatkan pembeli atau pelanggan. Selain untuk melihat seberapa profitable kah bisnis Anda kedepan, data ini dapat Anda gunakan dalam mengambil keputusan seberapa besarkah pertumbuhan yang pas dan aman untuk cashflow usaha Anda.

Ketiga jenis perhitungan di atas pada umumnya bisa diterapkan di berbagai jenis usaha. Anda sebagai pengusaha dapat menggungakan untuk memahami apa yang efektif dan yang tidak saat Anda mengelola usaha. Dan bagi usaha yang sedang mencari tambahan investasi untuk berkembang, informasi dari ketiga hal di atas dapat membantu calon investor untuk mengetahui potensi yang sebenarnya dari bisnis tersebut.

Nah untuk membantu Anda mendapatkan data tersebut, akan lebih mudah jika Anda memiliki catatan keuangan usaha yang baik. Untuk itu Anda bisa menggunakan software akuntansi Hartaku agar pencatatan transaksi usaha Anda lebih mudah dan praktis.